Debu Tanah dan Nafas Allah* ❤️ Alkitab mencatat:
TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” (Kejadian 2:7) Manusia diciptakan dari debu tanah. Ini berbicara tentang keterbatasan, kefanaan, dan kerendahan. Debu mengingatkan manusia bahwa ia bukan Allah, bahwa tubuhnya berasal dari bumi dan suatu hari akan kembali ke tanah. Dari debu inilah tubuh manusia dibentuk—rapuh, terbatas, dan bergantung pada alam ciptaan. Namun manusia tidak berhenti pada debu. Allah menghembuskan nafas hidup-Nya ke dalam manusia. Kata “nafas” di sini menunjuk pada ruach—nafas, roh, kehidupan yang berasal dari Allah sendiri. Ini bukan sekadar oksigen, melainkan pemberian kehidupan ilahi. Pada saat nafas Allah dihembuskan, manusia menjadi lebih dari sekadar tubuh biologis; ia menjadi makhluk hidup yang memiliki roh. Di titik inilah keunikan manusia tampak jelas. Tidak ada ciptaan lain yang digambarkan menerima hembusan ...